SELAMAT DATANG DI WEBSITE PENGADILAN AGAMA BANJARBARU

327 HAKIM MEDIATOR PA BANJARBARU SUKSES DAMAIKAN SENGKETA HARTA BERSAMA.HTML

Arsip Berita

Hakim Mediator PA Banjarbaru Sukses Damaikan Sengketa Harta Bersama

Banjarbaru – Jumat (14/06/2019) Jumat yang penuh berkah, kalimat tersebut lah yang diungkapkan oleh para pihak yang berperkara dan Hakim mediator Pengadilan Agama (PA) Banjarbaru pada saat saling bersalaman dan menandatangi surat kesepakatan damai yang telah disepakati bersama. 

mediasi1

Adalah H. M. Nuruddin, Lc, MSI, hakim mediator yang berhasil mendamaikan pihak yang bersengketa dalam perkara gugatan perdata Harta Bersama yang terdaftar dengan nomor perkara 272/Pdt.G/2019/PA.Bjb. Hakim Mediator yang baru saja dilantik dan bertugas sebagai Wakil Ketua PA Banjarbaru pada tanggal 27 Mei 2019 lalu, langsung menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil mendamaikan sengketa gugatan harta bersama dengan nilai objek mencapai lebih dari dua miliyar rupiah. Kesepakatan Perdamaian tersebut di tuangkan dalam bentuk tertulis yang di tandatangani oleh para pihak dan mediator.

H. M. Nuruddin, Lc, MSI menyatakan bersyukur karena kedua belah telah mencapai titik temu untuk melakukan kesepakatan perdamaian setelah proses mediasi. Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu faktor keberhasilan dari proses mediasi dikarenakan kedua belah pihak menyadari bahwa mediasi merupakan upaya terbaik yang ditempuh dalam menyelesaikan masalah.

mediasi2

Menanggapi keberhasilan dalam proses mediasi tersebut, Ketua PA Banjarbaru, Husnawati, S.Ag, M.Sy. mengapresiasi keberhasilan Wakilnya tersebut dalam penangananan proses mediasi sebagai hakim mediator. Lebih lanjut Husnawati, S.Ag, M.Sy menyatakan sesuai dengan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 menerangkan bahwa mediasi merupakan cara penyelesaian sengketa secara damai yang tepat, efektif, dan dapat membuka akses yang lebih luas kepada para pihak untuk memperoleh penyelesaian yang memuaskan serta berkeadilan.

Terakhir Husnawati, S.Ag, M.Sy. berharap di tahun 2019 PA Banjarbaru mengalami peningkatan keberhasilan dalam pelaksanaan proses mediasi sebagai salah satu upaya dalam peningkatan efektivitas pengelolaan penyelesaian perkara. (rizqon)